Thursday, March 22, 2007

KKN Stress - Part I : Happiness

Hati, mulut, dan suara

Petunjuk rima yang bahagia

Akan jiwaku yang melayang

Ke angkasa aku terbang

Seiring malam merindu pagi

Kuterduduk merenungi hati

Bilakah sinar mentari pagi

Pada rembulan ganjil terbagi

Duhai hati yang berseri

Tetaplah engkau jadi misteri

Sampai pada bilangan ganjil terbagi

Pada cahata ufuk pagi

Read More...

Tuesday, March 20, 2007

Dua Belas

Kau tahu, sampai umur 14 tahun kadang-kadang anusku terasa sakit. Penasaran selalu hinggap padaku waktu itu. Ada apa denganku? Apakah aku pernah mengalami kecelakaan? Atau ...???

Yah, beberapa waktu yang lalu aku mengetahuinya. Alasan kenapa anusku kadang-kadang terasa sakit. Dan itulah awal keadaanku yang sekarang ini.

Waktu itu - entah kapan, mungkin sehari yang lalu, mungkin juga sepekan yang lalu atau bahkan sebulan yang lalu, entahlah, peduli amat - aku kelupaan membawa tugas praktek kimia yang sangat penting. Tanpa tugas itu mungkin nilai rapor kimiaku akan merah lagi. Karena itu aku pulang untuk mengambilnya pada waktu istirahat pertama. Rumahku dekat, jadi aku nggak perlu takut terlambat masuk.

Namun apa yang aku dapat saat itu sangatlah megejutkanku. Aku melihat ayahku sedang bersama anak kecil, mungkin berumur sekitar 7 tahunan. Sekedar bersama tidaklah masalah, tetapi aku melihat pemandangan yang menjijikkan, ayahku sedang menyodomi bocah itu. Aku hanya tertegun tak tahu harus berkata apa. Berbagai perasaan bercampur saat itu.

Aku pun lari. Lari sekencang dan sejauh mungkin dari dia. Aku benar-benar tidak percaya. Ternyata ayahku suka menyodomi bocah bau kencur.

Siang itu aku terduduk di sebuah taman entah di mana. Perasaan campur aduk masih menyelimutiku.

“Jangan-jangan ... sakitnya anusku gara-gara ayahku. Tapi .. kenapa aku tak ingat apapun???”.

Sebuah bola terlempar mengenaiku dan jatuh diantara kakiku. Aku tersadar dari lamunanku. Di depanku berdiri seorang bocah laki-laki.

“Maaf mas, bolanya ...”

Melihat bocah itu, entah kenapa aku menjadi semakin jijik mengingat apa yang telah dilakukan ayahku pada bocah kecil di rumah, dan mungkin juga padaku. Dadaku semakin berdegup kencang. Darah mengalir deras di kepalaku. Aku pun langsung mendorong bocah itu ketika dia semakin mendekatiku hendak mengambil bolanya. Bocah itu tersungkur dan menangis keras. Aku nggak peduli dan lari dari situ.

Di sebuah jembatan aku duduk merenung. Aku mencoba melupakan apa yang aku lihat pagi itu dan berharap kalau semua ini hanya mimpi.

“Hei kau! Brengsek! Apa yang kau lakukan pada anakku, heh??”, teriak seorang ibu dibelakangku. Sambil menggendong anaknya yang sedang menangis, dia memakiku. Rupanya dia adalah ibu dari anak yang aku dorong tadi.

Kepalaku semakin pusing mendengar makian ibu itu dan tangisan anaknya. Tanpa pikir panjang aku pun lompat dari jembatan itu.

Yah, sepanjang itulah yang aku ingat. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku setelah itu. Yang aku tahu, aku terbangun di rumah sakit ini pagi tadi. Dan setelah hampir setengah hari ini aku mencoba mengingat mengapa aku berada di rumah sakit ini, jawaban yang aku temukan benar-benar membuatku hancur. Mungkin akan lebih baik jika aku mengalama amnesia. Tidak!! Bukan mungkin, tapi pasti lebih baik.

“Mas, turun dari situ ya, kita bicarakan ini baik baik, ok?”, bujuk salah satu orang yang ada di belakangku.

Sudah satu jam ini beberapa orang mencoba membujukku untuk turun dari jendela ruang tempat aku dirawat, kira-kira sejak jam 11 tadi. Bukan apa-apa, masalahnya aku saat ini berada di lantai 12 rumah sakit ini.

“Mas, jangan nekad, dipikir dulu”, bujuk salah satu suster.

“Ha ha ha ....”, aku ketawa dalam hati karena suara suster itu mengingatkanku pada kejadian di jembatan itu.

“Jangan khawatir, kali ini aku sudah berfikir secara rasional kok”, jawabku dengan yakin.

Ya benar, kali ini aku sudah bisa menjernihkan otak di kepalaku ini. Tidak seperti waktu itu dimana aku langsung melompat dari jembatan tanpa pikir panjang. Kali ini, berdasarkan rasioku, aku sangat yakin bahwa tidak ada orang yang akan selamat jika jatuh dari lantai 12 dengan kepala duluan.

Read More...

The Shaggy Deer Strikes Back

The Shaggy Deer??? Apaan tuh??? Gimana ya, ane juga bingun apa bahasa Inggrisnya Kijang Goyang. Lalu apa itu Kijang Goyang? Katanya sih (cuma katanya lho, nggak tau bener atau tidak soalnya ane juga belum pernah melihatnya) dahulu di jalan Malioboro sering ditemui mobil Kijang yang bergoyang. Kenapa bergoyang?? Karena orang di dalamnya lagi … *ehem!!* Jadi ada beberapa cowok yang nyari mangsa cewek (atau mungkin juga si cewek secara ikhlas dan sukarela mau diajak) trus digarap bareng didalam mobil Kijang. Dan mobil itu diparkir ditempat umum. Bener-bener WOW kan?? (terserah situ bagaimana mengartikan WOW!!)

Nah kemarin siang ada kejadian yang cukup menarik. Ane waktu itu lagi pulang dari tempat mengajar. Dan pas berhenti di lampu merah ada mobil tua dan penyok-penyok (bukan mobil Kijang sih) berhenti di samping ane. Nah, yang menjadi perhatian ane adalah mobil itu goyang-goyang kayak lagi ada apa gitu. Ane jadi teringat sama Kijang Goyang, terlebih lagi kaca mobil tersebut gelap dan ane nggak bisa liat ke dalam. Tapi ane mencoba berprasangka baik aja, mungkin itu karena mesinnya yang rada bermasalah. Maklum, mobil tua sih, penyok pula. Waktu ane perhatikan lagi sambil pura-pura ngalamun (atau mungkin ane beneran ngalamun kalee) ternyata ada bagian kaca yang tergores atau apa gitu sehingga ane bisa liat dalemnya. Memang nggak jelas sih, ane cuma bias lihat kayak siluet orang yang berada di dalamnya. Tapi fakta bahwa ada orang di dalam mobil dan dia tidak diam alias bergerak-gerak membuat ane meninggalkan semua prasangka baik ane dan berfikir, “Jangan-jangan beneran Kijang Goyang nih”. Dan ketika lampu hijau menyala ane menyalib mobil itu dan terkejut, ternyata yang menyetir adalah kakak kelas ane waktu SMP, dan dia masih tetangga desa ane. Tapi tetep aja misteri tentang apakah mobil itu termasuk Kijang Goyang atau bukan belum terjawab.

Read More...

Social Tolerance – The Absence of Indonesian Spirit

Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan tepat di depan rumah ane. Begitu terdengar suara BRAKKK!!!! Langsung saja warga berbondong-bondong mendatangi TKP. Sebagian warga berusaha menenangkan para korban yang sedang shock atau marah-marah karena motornya penyok. Sebagian lain menolong korban yang terluka, ada pula yang langsung mengambilkan air minum untuk korban biar jadi lebih tenang. Waktu itu semangat gotong royong benar-benar terasa. Rasa kepedulian sosial dan kemanusiaan benar-benar ada disitu. Maklum kami adalah orang desa yang tidak menekankan pada individualisme.

Jauh sebelum terjadi kecelakaan ini terjadi pula kecelakaan di sebuah kota metropolitan. Korbannya adalah seorang artis yang lagi naik berboncengan dengan temannya. Ane bener-bener nggak melihat kejadiannya, ane hanya mengetahuinya melaluiberita-berita yang ada di TV terutama berita infotainment. Yang ironis dari kecelakaan tersebut adalah sikap warga yang berada di TKP yang, sejauh sepengetahuan dan sepemahaman ane, seperti bertolak belakang dari sikap warga saat kecelakaan di depan rumah ane terjadi. Warga disana waktu itu katanya hanya melihat korban saja, tiada yang menolong. Alasannya takut karena darah berceceran. Si korban katanya masih sempat hidup selama 30 menit sebelum dibawa ke rumah sakit dan meninggal dalam perjalanan. Ane bayangkan andai saja waktu itu warga, atau juga pengendara yang lagi lewat situ, langsung menolongnya, mungkin keadaan akan menjadi berbeda.

Apa yang ane lihat pada kejadian kecelakaan di sebuah kota metropolitan tersebut membuat ane bener-bener prihatin. Apakah seperti ini sikap bangsa Indonesia yang katanya ramah tamah dan suka gotong royong itu? Apakah semua warga di kota metropolitan seperti itu? Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kepekaan sosial ditengah kehidupan kota yang serba individualis??? Entahlah, ane sendiri mungkin akan bingung kalau disuruh menjawab. Paling jawabannya masih bersifat umum dan normatif seperti tingkatkan porsi mata pelajaran budaya dan budi pekerti dalam pendidikan. Tapi cakupan ini mungkin sangat kurang mengingat kepekaan sosial tidak dapat diperoleh dari pelajaran di dalam kelas. Hal ini berarti pelajaran atau kegiatan ekstrakulikuler yang bersifat outdoor juga sangat penting. Dan yang tidak kalah penting adalah pendidikan di dalam keluarga. Tapi pertanyaannya adalah jika pendidikan dalam keluarga itu sangat diperlukan keteladanan sedangkan orang tuanya tidak pernah memberi keteladanan – misalnya dengan bertetangga dengan baik – lalu bagaimana pendidikan dalam keluarga harus diawali?? Semakin di omongin ane semakin bingung, dan jawabannya juga semakin ngaco. Hehehe, ane cabut aja dulu deh. ^^

Read More...

Thursday, March 15, 2007

The Return of Non Commercial Ads

Hahaha, ini dia, setelah ane post beberapa (dua sebenarnya) artikel dengan bahasa Indonesia akhirnya iklan layanan masyarakatnya muncul juga. Payah juga sih, tapi yah mo gimana lagi. Ane kira pengunjung site ane juga nggak terlalu buanyak jadi mungkin penghasilan dari adsense tetep aja seret nggak peduli iklan yang di munculin adalah komersial atau tidak. Terakhir ane cek ane baru dapet $2 dari adsenese. Lumayanlah, dalam 2 tahun $2, berarti untuk dapat jumlah pengiriman uang minimum ($100) maka diperlukan wakti 100 tahun. ^^ mungkin anak cucu ane yang bakalan menikmatin $100 itu.

Awalnya ane berfikiran kalau ane menggunakan judul dengan bahasa Inggris maka iklannya bisa tetep komersil. Alasannya situs kan dibaca oleh bot dari elemen yang paling atas, mulai dari title, h1, h2, dan sebagainya. Dan ane piker kalau title dan h1 nya berbahasa Inggris maka isi situs bisa dikategorikan dalam bahasa Inggris. Tapi .. sepertinya ane salah ^^.

Rada sebel juga hari ini, soalnya internet tiba2 down. Atau mungkin juga terlalu lambat untuk mengakses halaman. Mungkin salah ane juga yang terlalu banyak membuka halaman web. Tapi nggak papa lah, yang penting internetnya gratis :D

Saat ini ane sedang berusaha mendaftarkan domain ane, tapi nggak tau bisa ato nggak soalnya domain web.id kepengurusannya rada gimana gitu. Webnya juga sering error. Doain aja moga2 bisa.

Read More...

James Bond – Casino Royal

Baru baru ini ane baru saja nonton film James Bond yang terbaru, Casino Royale. Dalam ulasan ulasan yang telah ada film James Bond yang terbaru ini disebut-sebut sebagai film James Bond yang terbaik dari film film yang sebelumnya. Tapi kalau menurut ane pribadi, film ini justru cukup mengecewakan. Memang dari segi action cukup mendebarkan. Tapi dari segi cerita … wah, ane kok merasa ceritanya kurang solid. Casino Royal katanya sih menceritakan tentang James Bond ketika masih awal-awal menjadi agen 007. Ane masih ingat tagline dalam movie previewnya yang kurang lebih mengatakan kalau setiap pahlawan selalu mempunyai permulaan, dan Casino Royal merupakan permulaan dari agen 007 (okay, berarti ane nggak begitu ingat tentang taglinenya, kalau ingat pasti nggak akan pakai kata “kurang lebih”. Hehe ^^). Mungkin ini yang menyebabkan mas JB (James Bond) kehilangan kharismanya dalam Casino Royale. Kalau ane menonton film-film sebelumnya, terutama yang dibintangi oleh Pierce Brosnan dan Sean Connery, terlihat kalau mas JB punya charisma unik yang dapat memikat cewek-cewek diluar sana. Tapi dalam film ini tidak kelihatan kharismanya. Mungkin ini adalah awal dari JB sebagai 007. Tapi justru itu yang menyebabkan ane kecewa, soalnya dalam film tidak berkesan kalau Casino Royale menceritakan tentang awal mula JB sebagai 007. Malah ceritanya sendiri tidak bergitu solid, nggak jelas ini ceritanya tentang apa, jadi kesannya seperti hanya menonjolkan aksi kebrutalan JB saja.

God of Gambler niyee

Dalam pertengahan film di JB terlihat bermain poker di Casino Royale. Mungkin ini alas an dikasih judul itu. Tapi apapun judulnya, adegan main poker yang cukup panjang itu mengingatkan sane pada film God of Gambler. Cuma disini nggak ada unsure magisnya. Coba kalau ada ya, pasti seru tuh. Bayangin aja ketika tiba-tiba si musuh merapal sebuah mantra dan kemudian matanya copot (eh copot, copot!!) dan keluar mengintai kartu si JB. ^^.

Dalam jajaran film-film JB yang pernah ane tonton, Casino Royale ane tempatkan di nomor dua dari bawah. Yang paling jelex menurut ane adalah Licence to Kill, kalau nggak salah dibintangi Timoty Dalton.

Tapi dalam jajaran film yang paling mengecewakan, JB menempati posisi kedua dari yang paling atas. Yang paling mengecewakan adalah film The Jacket. Dalam previewnya film ini saya kira akan memuat tentang behavioral modification, sesuatu yang ilmiah gitu loh. Tapi apa yang ditampilkan dalam film tersetbut justru nggak ilmiah sama sekali. Kecewa berat deh jadinya.

Oh, btw, dalam post ane yang teakhir ttg Page Line Conversion, hasil posting ane cukup rapi bukan? Tapi itu bukan disebabkan karena Page Line Conversion yang udah bener, tetapi karena ane udah mengeditnya ^^. PLC nya tetep aja ancur.

Read More...

Monday, March 12, 2007

New Blogger - Page Line Conversion

Oukay, ane dah pindah ke blogger yang baru. Dan ... ups!!! Kok pake bahasa INO (INO = Indonesia, dulunya sih INA, nggak tau kenapa jadi INO)??? Yah, ane males aja pake bahasa Inggris. Kalo pake bahasa Inggris ane harus liatain layar kompie atau keyboard ketika ngetik. Udah gitu harus mikir2 kalo ada vocab yang belum ane kuasai. Dan gara2 itu biasanya apa yang ane mo tulis malah jadi ilang T_T. Kalo pake bahasa INO ane bisa ketik sambil tengak tengok kanan kiri, yah kali2 aja ada cewek bening nongkrong di LABKOM. Dulu pernah sih liat cewek bening pake baju ketat lagi merangak gitu deh, kayak lagi ngapain aja. Dan entah kenapa waktu itu mata ane yang minus setengah, tapi nggak pake kaca mata, ini tiba2 bisa melihat jelas celana dalamnya. WOW. Mungkin krn pada dasarnya ane mesum kali ya :D

Dulu ane pake bahasa ENG krn iklan google adsense cuma nampilin iklan layanan masyarakat yang tidak memberikan uang (ya ya, lagi2 uang!!) kalau bahasanya pake bahasa INO. Tapi setelah sekian lama punya account adsense, nyatanya tetep aja uangnya nggak banyak. Jadi cuek aja lah, yang penting blog ke isi. HEHHEHE

Oh iya, back to topic! Kali ini ane post pake mail di UGM. Dulu sih kalo pake ini konversi line breaknya kacau, hasilnya tampilan di blogger jadi kacau. Nggak tau kalo sekarang, soalnya kan udah pake blogger baru. Moga2 aja bisa bener konversinya. Walaupun nggak gitu masalah, soalnya sekaranga ne bisa ngakses internet dari LABKOM. Emang sih ane ngaksesnya nggak legal, dan cuma ane aja (dan orang2 yang tau gimana njebol networknya) yang tau. Tapi biarlah, mo dianggal maling juga nggak papa, soalnya ane tiap semester bayar sejeti, tapi cuma ngurusin skripsi tok, nggak ada kuliah, jadi rugi kan??? masa 1 jeti nggak dapet apa2?? (salah sendiri sih, kok sedemikian begonya sehingga nggak lulus2 T_T)

Yah doain aja ane biar cepet lulus, cepet dapet kerja dan cepet kayak.

HAHAHAH

======================================
Geguritaning Lintang Samubyar Ing Pati

Read More...

Wednesday, October 18, 2006

Blog Posting Using Yahoo Mail

Now, I'm really curious about why my layout got messed. Was it because of the mail service I use or was it blogger's problem?

So now I'm posting using Yahoo Mail to see the difference. I was using my University Mail server which based on squirrel mail. The reason I use this mail is bacause it's really fast. 10x faster than Yahoo Mail - If accessed from University Network :D

Ok, now I'm going to see the difference.
 
=============================
Guter abgelegener. Wunsch Sie Glück.

Geguritaning Lintang Samubyar ing Pati
=============================


Read More...

Line Break Conversion

If you look at my prevous post you can notice that the post format is really horrible. I dunno why, but if I post using my email, blogger add unecessary line break. That's why the format is messed up.

Hmm.. right now I'm wondering is there any blog services that offers simultanous post in few blog? I want to post just in one blog, but it also updates the other blog that I have. But not RSS, cause RSS doest update the other blog.

Read More...

Wednesday, October 04, 2006

How Difficult It Is to Write a Blog??

First time I started this blog I thought that it wouldnt be that difficult
to write a blog. I'll just login to my mail and start to write anything.
But it turn out that it is really difficult to write. I dont really know
what to write. The ironic thing about this blog is that I start it so that
I can learn to write by writing anything that comes into my mind, even if
that means writing "I dunno what to write" thousands times. But really,
It's really easy to say. But doing it is really different. Mainly because
each time I dont have anything to write, I dont want to jus write "I dunno
what to write" thousands times. Perhaps I'm a little bit perfectionist on
few things.

Ok, I run out ideas, so that's all for now :D

======================================
Geguritaning Lintang Samubyar Ing Pati

Read More...