Wednesday, June 25, 2008

BPOM - Badam Perampok Orang Miskin

Yeah, itulah yang ane rasakan terhadap badan pemerintah yang bernama Badan Pengawas Obat dan Makanan. Mungkin BPOM mempunyai tugas penting untuk mengawasi obat2an dan makanan guna melindungi konsumen. Tapi ada hal yang sering dilakukan oleh BPOM yang ane benar2 tidak setuju dan membuat ane geram.

Sering kali kita melihat di TV bahwa BPOM merazia para penjual jamu untuk mengamankan masyarakat dari jamu2 yang ilegal dan berbahaya. Hal tersebut memang mulia untuk kepentingan konsumen, tapi apa para petugas BPOM tidak mempunyai hati nurani terhadap para pedagang jamu yang mereka razia? Ane bilang begini karena dari wawancara yang sering kita dengar pada berita razia, para pedagang sering kali (atau malah selalu) tidak mengetahui adanya jamu2 yang berbahaya. Pihak BPOM memang mengklaim bahwa mereka telah mengeluarkan daftar jamu2 yang berbahaya, tapi yang patut dipertanyakan adalah dimana mereka mengeluarkan daftar tersebut??? Mengapa para pedagang jamu tidak ada yang mengetahui informasi tersebut? Yang lebih parah lagi, ketika ane search di internet, ane sama sekali tidak menemukan informasi yang seharusnya sangat penting tersebut, baik di situs2 pemerintah maupun situs2 media massa yang sewajarnya memuat daftar jamu2 ilegal, jika memang pernah dikeluarkan secara umum kepada publik. Maksud ane, yang namanya razia jamu2 berbahaya bukan hanya sekali dua kali dilakukan, namun sudah berulang kali. Jadi secara akal sehat mustinya ane bisa menemukan daftar tersebut di media massa (online tentu saja), setidaknya daftar jamu yang pernah di razia dimasa lampau. Jika jamu2 sedemikian berbahayanya bagi kita sampai2 pihak BPOM melakukan razia kepada para penjual jamu, mengapa ane tidak pernah menemukan daftar yang jelas mengenai jamu2 tersebut??

Selain itu, ane sebagai konsumen dan warga masyarakat awam tidak pernah sekalipun mendapatkan informasi daftar jamu2 yang berbahaya secara mudah. Jadi dimanakah sebenarnya BPOM mengumumkan daftar tersebut? Kenapa warga biasa seperti ane tidak pernah mengetahuinya secara jelas? Kenapa pula para pedagang jamu juga tidak pernah mengetahuinya secara jelas? Jangan2 mereka mengumumkannya di WC!!!

No comments: